MENGUBAH CERPEN
MENJADI NASKAH DRAMA
NB:Kalian sudah membaca judulnya jadi harus baca ceritanya dari awal sampai akhir kalau TIDAK rasakan akibatnya
Pagi itu Bayu, Ana, dan Lin sarapan di villa di daerah pegunungan.Mama dan Papa Jun,keduanya dokter.Merekan sudah pergi kelurahan Sukadamai untuk bakti sosialAna dan LIn adalah saudara sepupu Bayu.Ketiga anak itu ditinggalkan bersama Mbak Rosi, penjaga villa. Ana dan Lin ikut Mbak Ayu ke pasar.
“Kalau kalian mau kepasar,pergi saja.Aku mau jalan jalan”Kata Bayu tegas.Mbak Rosi, Ana, dan Lin pergi ke pasar.
Pagi itu Bayu, Ana, dan Lin sarapan di villa di daerah pegunungan.Mama dan Papa Jun,keduanya dokter.Merekan sudah pergi kelurahan Sukadamai untuk bakti sosialAna dan LIn adalah saudara sepupu Bayu.Ketiga anak itu ditinggalkan bersama Mbak Rosi, penjaga villa. Ana dan Lin ikut Mbak Ayu ke pasar.
“Kalau kalian mau kepasar,pergi saja.Aku mau jalan jalan”Kata Bayu tegas.Mbak Rosi, Ana, dan Lin pergi ke pasar.
Bayu berdiri didepan villa.Ketika itulah seorang anak laki laki sebaya dengan Jun mendekatinya.
“Hai....Bayu, mari kita pergi jalan jalan!” sapa anak laki laki dengan riang Badanya tegap dan kulitnya gelap.Beda dengan Bayu yang imut dan berkulit cerah.
“Lo,kok,kamu tau namaku?” Bayu balik tanya.
“Ya,kan tadi ada berita di tv.Kamu datang kesini karena ikut ayah dan ibumu yg dokter.Mereka sedang bakti sosial dikelurahan,kan?” Jawab anak laki laki itu tenang.Ia menyalamiu Jun dan menyebut kan namanya “ARWAH” Bayu mengerutkan kening.
“Arwah?” Bayu menegaskan.
“Iya,jangan berpikir tentang arwah orang mati atau arwah kentayangan!”Kata Arwah langsung menarik tangan Bayu.Mereka tidak mengelilingi kompleks villa, tetapi keluar menuju jalan raya. Bagai disihir Bayu menurut.
“Kamu tinggal dimana? Tanya Bayu. ” Dan kita mau pergi kemana? ”
“Aku tinggal tak jauh dari sini.Aku akan membawamu ketempat yang menyenangkan! ”Jawab Arwah.
“Woww,tempat yang menyenangkan ! Untung aku tidak kepasar! ”Kata Bayu dalam hati.
Didepan sebuah villa yang nyaris runtuh, kedua anak itu berhenti.Halaman villa itu ditumbuhi rumput dan semak belukar. Ada kolam ikan kering dan patung kurcaci bertopi merah yang sudah pudar warna cat nya.
“Inilah rumahku! Mau masuk?” Arwah menawarkan.Tiba tiba saja Bayu merasa takut. Jangan jangan Arwah itu hantu.
“Tidak,aku mau pulang saja ke villa! ” Kata Bayu . Wajahnya mulai pucat. Tetapi ia tidak bisa lari, karena Arwah memegang tanganya kuat kuat.
“Kamu tidak boleh pulang.Aku harus selesaikan tugasku!”Kata Arwah tegas. Bayu terpaksa terus berjalan.Perasaan kurang enak menyelimuti hati Bayu.
“Tugas apa? Dari siapa?” Bayu memberikan diri bertanya.
“Tugas membawamu kesuatu tempat. Dari orang yang memlikimu! ” Jawab Arwah
Mereka tiba dijembatan dan berhenti disana.Di bawah ada sungai berbatu batu dengan rumpun bambu di tepi kiri kanan.Airnya mengalir deras.
“Lihatlah kebawah. Disini sering terjadi kecelakaan. Orang juga suka melempar mayat kesini untuk menghilangkan jejak!” Cerita Arwah. Duh, Bayu mulai gemetar.Apa maksud Arwah sebenarnya?Arwah terus menuntun Bayu. Tangan Jun terasa dingin.
“Aduh,tanganmu dingin. Katanya anak berani! Kok kamu jadi ketakutan begini!” Cela Arwah.
“Tau dari mana kalau ku anak berani?” Kata Jun mulai curiga.
“Hmm,Arwah memiliki banyak informasi.Kamu berani ikut jalan sama aku saja, sudah menunjukan kamu anak berani!” Kata Arwah tersenyum “ Dan Arwah memang ahli menakuti anak anak .Eeehh....Aku tidak boleh sombong. Tuhan,kan,tidak suka orang sombong!”
Kemudian mereka berbebelok ke kiri.Jalan menurun dan sepi.Tidak tampak rumah,hanya kebun kebun.
“Orang bilang,kalau malan disini suka ada setan cekik.Mestinya dipasang lampu ya!”Kata Arwah.Ia mengangkat kedua tanganya,membentuk cakar sambil menyeringai.Duh,Jun jadi gemetar dan benar benar merasa tidak nyaman.Ia melihat kaki Arwah.Bukan hantu,karena kakinya menjejak tanah.
“Sebetulnya kita mau kemana?Kalau kamu macam macam,akan aku laprkan kekantor polisi!”Ancam Jun.Ia mulai berpikir jangan jangan Arwah anak gila.Arwah hanya tertawa.
“Silahkan lapor.Dijamin polisi tidak bisa menangkap Arwah.Lebih baik polisi menangkap penjahat atau teroris!”kata Arwah
“Nah,sekarang pejamkan matamu dan tutup lubang telingamu dengan telunjuk.Jangan sekali kali membukanya.Nanti bisa celaka.Kita akan belok kejalan kecil,disebelah kanan ada jurang yang dalam!”Perintah Arwah tegas.Jun tidak punya pilihan.Entah bagaimana akhir perjalananya bersama Arwah yang aneh.
Arwah memegang lengan Bayu. Mereka belok kanan. Sekarang jalan sudah datar, tidak menurun seperi tadi, tetapi berbatu. Waktu berjalan sangat lambat. ”Aku harus waspada!” pikir Bayu. Tiba tiba Bayu merasa terdorong ke depan dan BUUUKKK...... ia terjerembab. Jatuh menimpa punggung Arwah.
Terdengar suara orang ramai.
“Si Ardi jatuh!”Seru seorang anak. Bayu membuka mata, menarik telunjuk dari telingat tadi.
Arwah juga bangkit memeriksa lutut dan sikunya berdarah.
“Ah,aku tersandung.Lutut dan sikuku luka deh!” Keluh Arwah.
Mama Bayu muncul dan mendekati mereka.Ternyata mereka sudah sampai
dikelurahan. Banyak pasien berobat.
“Dia itu ternyata anak nakal!” Seru Jun dalam hati.
“Benar,kan,aku membawamu ketempat yang menyenangkan!” kata Arwah. ”Ibumu menyuruh aku menjemputmu!”
“Iya,mama menelpon Mbak Rosi, tapi dia sedang naik angkot bersama Ana dna LIn. Mereka kepasar. Jadi mama bilang, coba saja Ardi jemput kamu kesini! Banyak pasien jadi kamu harus bantu! ”Kata mama menjelaskan.
“Hai, kamu pembohong. Katamu namamu Arwah. Kamu sengaja menakutiku,ya?” Kata Bayu jengkel. ”Enak,ya tersandung!”
“Dia itu ternyata anak nakal!” Seru Jun dalam hati.
“Benar,kan,aku membawamu ketempat yang menyenangkan!” kata Arwah. ”Ibumu menyuruh aku menjemputmu!”
“Iya,mama menelpon Mbak Rosi, tapi dia sedang naik angkot bersama Ana dna LIn. Mereka kepasar. Jadi mama bilang, coba saja Ardi jemput kamu kesini! Banyak pasien jadi kamu harus bantu! ”Kata mama menjelaskan.
“Hai, kamu pembohong. Katamu namamu Arwah. Kamu sengaja menakutiku,ya?” Kata Bayu jengkel. ”Enak,ya tersandung!”
Arwah mengatubkan kedua tanganya. ”Maaf,aku sungguh sungguh minta maaf. Karena kamu takut melihat rumah yang nyaris runtuh, aku jadi iseng dan ingin menakutimu.Soal nama,aku tidak berbohong.Namaku Ardi Wahyudi.jadi disingkat ARWAH. Nama presiden saja boleh disingkat SBY,masa aku tidak boleh?Tadi aku juga takut lo,takut kamu tidak mau ikut denganku!”
“Sudahlah,nanti saja bertengkarnya.Ardi,mari tante obati lukamu. Bayu, Bantu Mbak Nunung menulis nama pasien dan siapkan obat!” Kata mama.
Siangnya, Bayu bersama orang tuanya makan dirumah pak Lurah.
Ternyata, Ardi anaknya Pak Lurah. Ia suka berakting karena cita citanya jadi pemain sinetron.
***
NASKAH DRAMA
Dipagi hari yang cerah. Bayu, Ana,
dan Lin sarapan di villa didaerah pegunungan. Tiba-tiba terdengar suara pintu
kamar yang sedang dibuka “ KREEKKK.................” dan ternyata itu Mbak Rosi
si penjaga villa yang ingin pergi ke pasar.
Lin :
“ Nanti enaknya kita jalan-jalan kemana
ya?”
Ana :
“ Entah.. akupun tak tahu.” ( menggaruk-garuk kepala )
Bayu : “ Ah
kalian berisik. Lanjutkan makan dulu nanti kita bahas setelah selesai sarapan.
“
Ana : “ Mbak Rosi mau kemana?”
Mbk Rosi : “ Mau ke Pasar Ana. Memangnya kenapa?”
Ana :
“ Aku boleh ikut nggak mbak ?” ( memasang
muka melas )
Mbk Rosi : “ Ya tentu boleh dong Ana.” ( sambil tersemyum )
Ana :
“ Horrreeeeee........ terimakasih Mbak Rosi.”
Ditengah-tengah
keceriaan Ana. Tiba-tiba Lin muncul dari belakang sambil memasang raut muka
melas.
Lin : “ Mbak Rosi.... ^_^ aku
boleh ikut gak ? boleh ya.... >_< ”
Mbk
Rosi : “ Tentunya boleh dong lin.”
Lin : “ Yeayea... Terimakasih Mbak
Rosi.” ( sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan )
Tiba-tiba
saja Bayu muncul dari belakang.
Bayu : “ Kalau kalian mau pergi ke
pasar, pergi saja. Aku mau jalan- jalan.”
( dengan nada sedikit tegas )
Mbk Rosi :
“ Yasudah kalau begitu. Hati-hati dijalan ya Bay.”
Setelah
mbak rosi, ana dan lin meninggalkan villa. Bayu bergegas keluar untuk
jalan-jalan. Ketika baru sampai di depan villa ada anak laki-laki sebaya denganya
medekati dia.
Bayu : “ Yang lain udah pergi
jalan-jalan sama Mbak Rosi. Sedangkan aku enaknya pergi kemana ya?” ( berfikiri
ditepi jalan yang sepi )
Arwah : “ Hai Bayu.......... mari kita
pergi jalan-jalan ! “ ( menyapa
dengan riang )
Bayu : “ Lha kok, kamu tahu namaku
!!! “ ( dengan wajah sedikit bingung )
Arwah : “ Ya, kan, tadi ada siaran TV.
Kamu datang kesisni karena ikut ayah dan ibumu yang dokter. Mereka sedang bakti
sosial di Kelurahan kan?” ( jawabnya dengan enteng. Lalu menyebutkan namanya
adalah Arwah. )
Bayu : “ Arwah? Apa betul itiu
namamu????.“ ( sambil mengerutkan kening dan nada sedikit keras. )
Arwah : “ Iyya, jangan pikir tentang
arwah orang mati atau arwah gentayangan.”
Bayu : “ Tidak. Aku hanya heran saja,
kenapa namamu ARWAH??”
Tiba-tiba Arwah menarik tangan Bayu.
Mereka keluar menuju jalan raya. Tapi Bayu menurut saja bagai disihir oleh
Arwah.
Bayu : “ Kamu tinggal dimana? Dan
kita mau kemana?”
Arwah : “ Aku tinggal tak jauh dari sini.
Aku akan membawamu ke tempat yang menyenangkan.”
Bayu : “ Wooooww........ tempat
menyenangkan? Untung aku tidak ikut ke pasar.”
***
Di depan sebuah Villa yang nyaris runtuh,
kedua anak itu berhenti. Halaman Villa ditumbuhi rumput dan semak belukar. Ada
kolam ikan kering dengan patung kurcaci bertopi merah yang sudah pudar warna
catnya.
Arwah : “ Inilah Rumahku. Mau masuk?” (
menunjuk rumah itu )
Tiba-tiba Bayu merasa takut. Dan
menerka-nerka jangan-jangan Arwah ini............ o_O :-I <_> >_<.
Bayu : “ Tidak aku mau pulang saja ke
Villa! “ ( wajah mulai pucat )
Arwah : “ Kamu tak boleh pulang. Aku
harus selesaikan tugasku! “ ( dengan nada tegas )
Bayu terpaksa harus berjalan mengikuti Arwah
dengan perasaan kurang enak yang terus menyelimuti hatinya.
Bayu : “ Memangnya tugas apa? Dari
siapa? “
Arwah : “ Tugas membawamu ke suatu
tempat. Dari orang yang memiliki dirimu.”
Bayu melanjutkan perjalanan dengan perasaan
was-was. Kemudian mereka berhenti di sebuah jembatan. Dubawahnya ada sungai
berbatu-batu dengan rumpun bambu ditepi kanan dan kiri.
Bayu : “ Kita mau apa disini?”
Arwah : “ Lihatlah ke bawah, disini
sering terjadi kecelakaan. Orang juga suka membuang mayat disini. Untuk
menghilangkan jejak.”
Bayu : “ Lalu?? “ ( badanya mulai
gemetar, Tanganya mulai dingin, dan muka mulai pucat )
Arwah : “ Ah sudahlahh... marik kita
lanjutkan perjalanan.” ( menarik tangan Bayu )
Bayu : “ Baiklah.”
Arwah : “ Aduh.. tanganmu kok dingin.
Katanya kamu pemberani?”
Bayu : “ Tahu dari mana kamu kalau
aku pemberani?” ( menatap Arwah dengan penuh kecurigaan )
Arwah : “ Kamu berani ikut jalan-jalan
saja sudah menunjukkan kalau kamu berani.”
***
“ Aku memang ahli menakuti anak. Eeeehh.....
aku tidak boleh sombong. Tuhankan tidak suka orang sombong. ( pekik Arwah dalam
hati ) “
Kemudian mereka berbelok ke kiri. Jalan
menurun dan sepi. Tidak tampak rumah, hanya kebu-kebun.
Arwah : “ Orang bilang, kalau malam
disini suka ada setan cekik. Mestinya dipasangi lampu! “ ( mengangkat kedua
tangan membentuk cakar. Sambil menyeringai. )
Bayu : “ Sebetulnya kita mau kemana?
Kalau kamu macam-macam akan kulaporkan ke polisi.”
Arwah : “ ( Tertawa ) Silahkan lapor.
Dijamin Polisi tidak bisa menangkapku. Lebih baik mereka menangkap penjaga atau
teroris.”
Bayu : “ Ah pede sekali kamu. Awas
saja kamu kalau mcam-macam.”
Arwah : “ oke-oke. Nah, sekarang
penjamkan matamu dan tutup lubang telingamu dengan telunjuk. Jangan sekali-kali
mebukanya. Nanti bisa celaka. Kita akan belok kw jalan kecil, disebelah kanan
ada jurang yang dalam.” ( memerinthkan dengan tegas )
Bayupun pasrah dengan perjalanan yang aneh
ini. Arwah memegang lengan Bayu ketika perjalanan. Dan sekarang mereka berjalan
di jalan yang datar dan berbatu-batu.
Bayu : “ ( Dalam hati ) Aku harus
waspada. “
Setelah berjalan beberapa waktu. Tiba-tiba
Bayu merasa terdorong kedepan, terdengar “ BRUUKK......... “ ia terjelembab dan
menimpa punggung Arwah.
“ Terdengar Ramai “
Anak : “ si
Ardi terjatuh.”
Warga : “ Ah iyya. Kasihan sekali. Cepat
tolong Arwah.”
Setelah mendengar teriakan itu Bayu bangkit
dan melepaskan tanganya dari mata dan telinga. Dan Arwah berdiri untuk mengecek
lutut dan sikutnya yang berdarah.
Arwah : “ Ah, aku tersandung. Lutut dan
sikutku luka deh! ”
Warga : “ kamu
tidak apa-apa nak? “
Arwah : “ Aku tidak apapa pak. Cuma luka
sedikit. “
Mama Bayu muncul dan mendekati mereka.
Mama : “ Eh.. Arwah ternyata sudah
sampai ( di Kelurahan ) itu lutut dan sikumu kenapa? “
Arwah : “ Oh..... ini Bu. Hanya luka
kecil. Tadi habis terjatuh. “
( tersenyum
sambil menahan rasa sakit )
Dari belakang terdengar suara Bayu
sedang menggerutu.
Bayu : “ Dia itu ternyata anak yang nakal dan jahil. Ah sungguh
menjengkelkan.”
***
Tiba-tiba
Arwah sudah berad di belakang Bayu.
Arwah :
“ Benarkan… Aku membawa,u ke tempat yang menyenangkan. Ibumu menyuruh aku
menjemputmu.”
Mama :
“ Iyya. Mama menelpon Mbak Rosi, tapi dia sedang naik angkot bersama Ana dan
Lin. Mereka mau ke Pasar. Jadi Mama bilang, coba saja Ardit jemput kamu dan bawa ke sini! Disini Banyak
pasien, jadi kamu ahrus membantu Mama.”
Bayu :
“ Haii kamu pembohong. Katamu namamu Arwah. Kamu sengaja kamu menakutiku ya?
Enak kan jatuh tersandung.” ( dengan nada jengkel dan senyum peuh kesombongan )
Arwah
mengatupkan kedua tanganyya.
Arwah :
“ Maaf, aku sungguh-sungguh minta maaf. Karena kamu takut melihat rumah yang
nyaris runtuh, aku jadi iseng dan ingin menakutimu. Soal nama aku tidak bohong.
Namaku Ardi Wahyudi, jadi disingkat ARWAH. Nama Presiden boleh disingkat SBY,
masak aku tak boleh? Tadi aku juga
takut, lo, takut kamu tidak mua ikut denganku! “
Tante muncul dari belakang mereka. Dan
langsung menarik tangan Arwah.
Tante :
“ A… Sudahlah, nanti saja bertengkarnya. Ardi, mari Tante obati lukamu.” (
menarik paksa tangan Ardi )
Mama :
“ Bayu, bantu Mbak Nunung menulis nama pasien dan siapkan obat!”
Siang
harinya, Bayu bersama orang tuanya makan di rumah Pak Lurah. Ternyata, Ardi itu
anak Pak Lurah. Ia suak berakting karena cita-citanya jadi pemain sinetron.
***
TAMAT

Sebenarnya nama tokohnya jun atau bayu?
ReplyDeleteunsur ekstrinsi dan ekstrinsiknya dong
ReplyDeleteunsur ekstrinsi dan ekstrinsiknya dong
ReplyDelete