PROVINSI DKI JAKARTA
1.
Bahasa Daerah
Di provinsi Dki Jakarta
memiliki bahasa daerah yaitu Bahasa Betawi
Bahasa
Betawi atau Melayu Dialek Jakarta atau Melayu
Batavia (bew) adalah sebuah bahasa yang merupakan anak bahasa dari Melayu. Mereka yang menggunakan bahasa ini dinamakan orang Betawi. Bahasa ini hampir seusia dengan nama daerah tempat
bahasa ini dikembangkan, yaitu Jakarta.
Bahasa
Betawi adalah bahasa kreol (Siregar,
2005) yang didasarkan pada bahasa Melayu Pasar ditambah
dengan unsur-unsurbahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa dari Cina Selatan (terutama bahasa Hokkian), bahasa Arab, serta bahasa dari Eropa, terutamabahasa Belanda dan bahasa Portugis. Bahasa ini pada awalnya dipakai oleh kalangan
masyarakat menengah ke bawah pada masa-masa awal perkembangan Jakarta.
Komunitas budak serta pedagang yang paling sering menggunakannya. Karena
berkembang secara alami, tidak ada struktur baku yang jelas dari bahasa ini
yang membedakannya dari bahasa Melayu, meskipun ada beberapa unsur linguistik
penciri yang dapat dipakai, misalnya dari peluruhan awalan me-,
penggunaan akhiran -in (pengaruh bahasa Bali), serta peralihan
bunyi /a/ terbuka di akhir kata menjadi /e/ atau /ɛ/ pada beberapa dialek
lokal.
2. RUMAH ADAT
Selain Rumah Kebaya, suku Betawi juga
memiliki rumah adat lainnya. Seperti : Rumah Gudang dan Rumah Joglo.[2] Meskipun suku Betawi memiliki
3 rumah adat akan tetapi yang tercatat secara resmi menjadi rumah adat suku Betawi adalah
rumah kebaya.[2]
Ciri khas
dari rumah ini
adalah rumah ini memiliki teras yang luas yang berguna untuk menjamu tamu dan
menjadi tempat bersantai keluarga.[3] Pada
zaman dahulu, masyarakat betawi membuat sumur di depan rumahnya
dan pemakaman yang berada disampingrumah.[4] [5] [2] Dan,
dinding rumahnya terbuat
dari panel-panel yang dapat dibuka dan digeser-geser ke tepinya. Hal ini dimaksudkan
agar rumah terasa lebih luas.[3] [1] [3]
Rumah ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian dari segi
sifatnya , yakni bagian depan bersifat semi publik, sehingga setiap orang
dapat melihat betapa asri dan sejuknya rumah tersebut.[2] [6] Dan yang kedua adalah
bagian belakang yang bersifat pribadi.[2] [6] Bagian ini hanya
boleh dilihat oleh orang-orang dekat dari pihak pemilik rumah.
·
Material Rumah Kebaya Adalah :
Denah Rumah Kebaya :
·
Struktur dan Material Rumah
Kebaya :
a.
Pondasi
b. Kolom / Tiang
c. Pintu dan Jendela
d. Dinding
e. Atap
3.
TARIAN
DKI Jakarta identik dengan suku Betawi, sehingga
biasanya yang ditampilkan pasti mengandung unsur betawi, termasuk dengan Tarian
Tradisionalnya. Berikut macam macam tarian khas Dki Jakarta :
1.
Tarian Topeng Betawi
2. Tarian Cokek
Betawi
memiliki banyak tarian yang diwariskan oleh para leluhur. Salah satunya Tarian
Cokek, yaitu tarian yang diwarnai oleh budaya etnik china. Nama Cokek itu
sebutan bagi penari yang menggunakan kebaya. Tarian ini biasanya dilakukan
secara berpasangan atau tarian pergaulan, dengan menampilkan keerotisan sang
penari, walaupun kadang bagi masyarakat tarian ini masih dianggap tabu.
2.
Tari Lenggang Nyai
Kisah
Nyai Dasimah sangat populer di Betawi. Tarian ini terinspirasi oleh cerita Nyai
Dasimah. Dalam cerita tarian ini menunjukkan kebingungan nyai dasimah dalam
memilih pasangan hidup antara orang Indonesia atau orang Belanda. Pada akhirnya
nyai dasimah memilih orang Belanda, tetapi karena peraturan yang ketat membuat
nyai dasimah berontak. Tarian Lenggang Nyai ini di perkenalkan oleh Wiwiek
Widiastuti yang terinspirasi dari perjuangan nyai dasimah untuk menyamakan hak
hak perempuan. Tarian ini di iringi oleh musik Gambang
Kromong yang memiliki unsur budaya China. Untuk kostum penari didominasi oleh
warna merah yang menyala dan yang identik dengan ciri khas tradisi china.
4. Tarian Yapong
Tarian
Yapong diciptakan oleh Bagong Kussudiardja yang dahulunya tarian ini dibuat
untuk menyambut ulang tahun kota Jakarta. Kata Yapong tidak memiliki arti
tetapi penggabungan dari kata ” Ya.Ya.Ya.Ya..” waktu penari melakukan gerakan
tari dan bunyi musik pengiring ” pong “, digabungkan menjadi Yapong. Tari
Yapong adalah salah satu tarian pergaulan dengan suasanya yang gembira dan di
iringi oleh alat musik rebana.
5. Tarian Ondel Ondel Betawi
Siapa
yang tidak tahu dengan ondel ondel betawi. Boneka raksasa khas betawi ini
menjadi warisan budaya DKI Jakarta yang masih tetap eksis sampai sekarang.
Dalam pementasannya sering dilakukan pada waktu khitanan, acara penyambutan
tamu, pernikahan dan acara acara penting. Dalam acaranya Tarian Ondel Ondel
dipimpin oleh orang yang dituakan didaerah tersebut dan di iringi oleh Tanjidor,
Kendang Pencak, Bende, atau Rebana Ketimpring.
Demikian
Tarian Tradisional Betawi yang bisa kita ketahui dan masih banyak Tarian Tradisionalyang lain dan jarang kita ketahui.
Kita semua harus melestarikan warisan budaya ini jangan cuma ondel ondel saja,
Oke, Jangan lupa juga untuk membaca
4 BATAS WILAYAH
Provinsi DKI Ibukota Jakarta memiliki batas-batas:
4. BAJU ADAT
Keberadaan pakaian adat merupakan wujud
representasi kebudayaan paling tinggi yang terdapat pada masing-masing daerah
di Indonesia dan dianggap memiliki nilai penting berdasarkan sudut pandang
sejarah serta kemajuan masyarakat dalam sebuah fase peradaban tertentu. Seperti
halnya daerah lain di Indonesia, dalam adat Betawi dikenal beberapa jenis model
pakaian adat yang sedikit banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan atau adat
lainnya seperti budaya Arab, China, Melayu dan Budaya Barat. Berbagai pengaruh
tersebut dapat dijumpai pada pakaian pengantin dan pakaian keseharian masyarakat
Betawi.
Sumber : http://tipsperawatanrambutrontok.blogspot.com
Sumber : http://tipsperawatanrambutrontok.blogspot.com
·
Pakaian
Keseharian Pria Betawi
Pakaian adat yang digunakan oleh kaum pria
Betawi dalam kegiatan sehari-hari yaitu berupa baju koko berwarna polos atau
disebut juga sadariah yang dipadukan dengan celana kolor panjang bermotif batik
dengan warna yang tidak terlalu ramai, biasanya hanya putih, cokelat, dan
hitam. Sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan kain pelekat berbentuk selendang
yang diselempangkan pada leher atau ditempatkan sebelah pundak serta peci warna
hitam dari bahan beludru yang menjadi ciri khas masyarakat Betawi.
·
Pakaian
Keseharian Wanita Betawi
Jenis pakaian keseharian yang digunakan
oleh kaum wanita dalam adat Betawi yaitu berupa baju kurung dengan warna
mencolok yang dipadukan kain sarung batik bercorak geometri dengan warna-warna
yang cerah. Sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan tutup kepala berupa
kerudung at
au selendang dengan warna senada sesuai baju yang
dikenakan.
·
Busana
Pengantin Pria Betawi
·
Busana
Pengantin Wanita Betawi
Pada hakikatnya keberadaan pakaian adat
sebagai salah satu unsur kebudayaan masih belum banyak diketahui masyarakat
umum, oleh karena itu diperlukan sebuah upaya untuk menjaga, memahami dan
mengambil nilai-nilai positif yang terkandung didalamnya serta melestarikan
keberadaan pakaian adat tersebut agar semakin banyak dikenal oleh masyarakat
luas. Semoga bermanfaat.
5.
PARIWISATA
·
Tempat Wisata di Jakarta :
Konotasi Jakarta sebagai kota yang semrawut, banjir,
macet, dan segala permasalahan kota metropolitan memang tidak dapat dipungkiri.
Tetapi, kota Jakarta tidaklah seburuk yang diduga. Dihimpun dari berbagai
sumber, berikut ini adalah sejumlah tempat wisata di Jakarta yang paling
populer dikunjungi para penikmat perjalanan, baik domestik maupun mancanegara.
1. Monumen Nasional (Tugu Monas)
Monas adalah tempat wisata di Jakarta yang paling populer, sekaligus pula
salah satu kebanggaan Republik Indonesia. Monumen yang diarsiteki oleh Friedrich
Silaban dan R.M. Soedarsono ini terbuka untuk umum setiap hari sejak jam 8 pagi
hingga 3 sore, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk
umum.
2. Kepulauan Seribu
Cakupan
Kepulauan Seribu terdiri dari Pulau Harapan, Pulau Bidadari, Pulau Tidung,
Pulau Pari, dan puluhan pulau lain. Sebagian besar di antaranya menawarkan
suasana santai jika dikunjungi bersama keluarga.
3. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
3. Ancol Dreamland
Sempat populer
dengan nama Taman Impian Jaya Ancol, destinasi wisata yang satu ini kini lebih
familiar disebut Ancol Dreamland. Boleh jadi Ancol Dreamland adalah icon wisata
di Jakarta mengingat dalam setiap harinya, destinasi ini tak pernah sepi dari
pengunjung baik domestik maupun mancanegara.
Serupa dengan
Taman Mini Indonesia Indah, Ancol Dreamland termasuk tempat wisata di Jakarta
yang cocok dikunjungi bersama keluarga.
7. Dufan (Dunia Fantasi)
7. Kebun Binatang Ragunan
10. Masjid
Istiqlal
15. Museum
Nasional
Berada di dalam
kawasan Ancol Dreamland, tujuan wisata Sea World Ancol adalah destinasi yang
menawarkan Anda pengetahuan akan kehidupan biota yang hidup di alam. Di Sea
World Ancol, koleksi mulai dari biota perairan tawar, terdiri dari 22.000 ekor
ikan (126 Jenis), 28 reptil (5 jenis) sampai biota perairan laut yang terdiri
dari 5180 ekor ikan (26 jenis), 79 avertebrata (13 jenis), 30 reptil (5 jenis),
dan 1 mamalia
8.
KULINER
Sebagai kota Metropolitan
makanan Dki Jakarta mempunyai ciri khas dengan makanan yang memiliki rasa yang
gurih. Makanan Khas Betawi adalah :
a.
Asinan Jakarta
b.
Ayam Sapyo
c. Soto Betawi
d. Sayur Gabus Pucung
Sayur Gabus Pucung yaitu makanan yang terbuat dari buah
pucung atau keluwek, karenan terbuat dari buah pucung atau keluwek maka kuah
dari sayur gabus pucung ini berwarna
gelap agak ekhitaman seperti halnya. Meskipun berwarna gelap tapi kalau masalah
rasa jangan diragukan lagi apalagi dipadukan dengan daging gabus yang empuk.
Namun sayur Gabus pucung ini sudah mulai langka dijumpai di Jakarta karena
populasi ikan gabus yang sudah mulai langka.
e. Kerak Telor
9.
SUKU
Dari berjuta-juta penduduk Kota Jakarta
terdapat pembagian suku bangsa yang beraneka ragam. Semua etnis suku bangsa
yang ada secara umum dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Dari data
yang ada di bawah ini dapat kita lihat bahwa mayoritas warga Jakarta adalah
orang-orang yang berasal dari daerah Jawa. Selain etnis suku jawa, suku betawi
dan sunda juga merupakan etnis yang cukup mayoritas di DKI Jakarta yang
jumlahnya lebih dari 10%.
1. Suku Jawa (35,16%)
2. Suku Betawi (27,65%)
3. Suku Sunda (15,27%)
4. Suku Tionghoa (5,53%)
5. Suku Batak (3,61%)
6. Suku Minang (3,18%)
7. Suku Melayu (1,62%)
8. Suku Lain-lain (7,98%)
Sumber Data :
Wikipedia
Yang banyak tidak diketahui orang adalah ternyata jumlah etnis tionghoa yang merupakan keturunan Cina / Tiongkok jumlahnya cukup banyak di Jakarta yaitu sebesar 5%. Itu berarti 5 dari 100 orang warga DKI Jakarta adalah orang yang bersuku Tionghoa. Itulah sebabnya mengapa penduduk asli Indonesia harus menghormati warga keturunan pendatang dari Cina. Selama berperilaku baik maka janganlah memusuhi warga pendatang keturunan.
1. Suku Jawa (35,16%)
2. Suku Betawi (27,65%)
3. Suku Sunda (15,27%)
4. Suku Tionghoa (5,53%)
5. Suku Batak (3,61%)
6. Suku Minang (3,18%)
7. Suku Melayu (1,62%)
8. Suku Lain-lain (7,98%)
Sumber Data :
Wikipedia
Yang banyak tidak diketahui orang adalah ternyata jumlah etnis tionghoa yang merupakan keturunan Cina / Tiongkok jumlahnya cukup banyak di Jakarta yaitu sebesar 5%. Itu berarti 5 dari 100 orang warga DKI Jakarta adalah orang yang bersuku Tionghoa. Itulah sebabnya mengapa penduduk asli Indonesia harus menghormati warga keturunan pendatang dari Cina. Selama berperilaku baik maka janganlah memusuhi warga pendatang keturunan.
10. KERAJINAN
Bakiak, Anyam-anyaman bambu peralatan
rumah tangga (bakul, kukusan, tanggok, keranjang buah, kulit ketupat, Merangkai
Janur, Tudung Leang (sejenis topi petani bercaping lebar), Kipas bambu dsb.).
Belum kue-kue dan masakan jenis buatan betawi : Sayur Lodeh, Semur Daging,
Gado-gado, Kueh kamir, kue serabi, Kue sagu rangi, es cincau, es doger, Lepet,
Tapai uli, geplak, rengginang dan sebagainya.
11.
SENJATA
Senjata
merupakan alat kepanjangan tangan manusia dalam pembelaan diri, dalam setiap
perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan lingkungan alam. Oleh karenanya
sering ditemukan kesamaan model senjata antara satu daerah dengan daerah lain
yang letak geografisnya berdekatan. Tidak sedikit dari senjata-senjata itu
berakar dari alat pertanian dan perkakas sehari-hari.
Dari alat-alat yang ditemukan di situs-situs itu, seperti kapak, beliung, pahat, pacul yang sudah diumpan halus dan memakai gagang dari kayu, disimpulkan bahwa masyarakat manusia itu sudah mengenal pertanian (mungkin semacam perladangan) dan peternakan. Bahkan juga mungkin telah mengenal struktur
Senjata Tradisional Betawi Genre Awal Rotan
Dari alat-alat yang ditemukan di situs-situs itu, seperti kapak, beliung, pahat, pacul yang sudah diumpan halus dan memakai gagang dari kayu, disimpulkan bahwa masyarakat manusia itu sudah mengenal pertanian (mungkin semacam perladangan) dan peternakan. Bahkan juga mungkin telah mengenal struktur
Senjata Tradisional Betawi Genre Awal Rotan
Piso Punta
Senjata pusaka yang dianggap paling "berisi". Pisau ini hanya dimiliki oleh kaum elit dan merupakan senjata pusaka Betawi yang paling mulia.
Pisau Raut
Senjata tradisional masyarakat Betawi yang
bentuknya hampir mirip badik. Merupakan pisau sang Hulun atau rakyat biasa.
Pisau ini disebut juga badi-badi. Di samping itu pisau raut merupakan salah
satu ciri khas pada Pengantin Dandanan Rias Bakal Pria Adat Betawi. Senjata ini
disematkan pada bagian tengah baju dan ditahan dengan ikat pinggang. Letaknya
cenderung ke sebelah kanan dengan dihiasi bunga melati yang dironce indah.
Beliung Gigi Gledek
Beliung adalah sejenis kapak dengan mata menyilang kearah gagang pegangan, umumnya digunakan sebagai perkakas untuk membuat kayu. Beliung Gigi Gledek merupakan jenis kapak dengan mata kapak terbuat dari batu, merupakan teknik pembuatan senjata sisa peninggalan zaman batu baru di Betawi yang masih tersisa antara abad 1-3M. Beberapa tokoh yang diketahui pernah menggunakan ini sebagai senjata andalannya adalah Batara Katong (Wak Item) dan Salihun pemimpin kelompok Si Pitung. Beliung digunakan Salihun sebagai sarana dalam melakukan aksi perampokan maupun pelarian dengan memanjat pagar tembok.
Cunrik (KerisKecilTusukKonde)
Beliung Gigi Gledek
Beliung adalah sejenis kapak dengan mata menyilang kearah gagang pegangan, umumnya digunakan sebagai perkakas untuk membuat kayu. Beliung Gigi Gledek merupakan jenis kapak dengan mata kapak terbuat dari batu, merupakan teknik pembuatan senjata sisa peninggalan zaman batu baru di Betawi yang masih tersisa antara abad 1-3M. Beberapa tokoh yang diketahui pernah menggunakan ini sebagai senjata andalannya adalah Batara Katong (Wak Item) dan Salihun pemimpin kelompok Si Pitung. Beliung digunakan Salihun sebagai sarana dalam melakukan aksi perampokan maupun pelarian dengan memanjat pagar tembok.
Cunrik (KerisKecilTusukKonde)
Senjata Tradisional Betawi yang dipakai
dalam Maenpukulan :
Kerakel (KerakKeling)/Blangkas
Kerakel (Kerak Keling) merupakan jenis senjata pemukul, merupakan perkembangan dari senjata rotan Ujungan. Orang Betawi Rawa Belong lebih mengenalnya dengan sebutan Blangkas.
Pada akhir abad 17 orang-orang peranakan cina di luar kota memodifikasi kerakel menjadi sebuah bilah dengan dua mata tajam, di sebut Ji-Sau (Ji, berarti dua-Sau, berarti bilah). Seiring dengan perkembangan waktu, lidah masyarakat Betawi memetaforkan kata ji-sau menjadi pi-sau, sekalipun pi-sau hanya bermata satu.
Golok
Golok merupakan jenis senjata tajam masyarakat Melayu yang paling umum ditemukan, walaupun dengan penamaan yang berlainan berdasarkan daerahnya. Sebagian besar masyarakat di pulau Jawa sepakat menamakan senjata tajam jenis "bacok" ini dengan golok.
Kerakel (Kerak Keling) merupakan jenis senjata pemukul, merupakan perkembangan dari senjata rotan Ujungan. Orang Betawi Rawa Belong lebih mengenalnya dengan sebutan Blangkas.
Pada akhir abad 17 orang-orang peranakan cina di luar kota memodifikasi kerakel menjadi sebuah bilah dengan dua mata tajam, di sebut Ji-Sau (Ji, berarti dua-Sau, berarti bilah). Seiring dengan perkembangan waktu, lidah masyarakat Betawi memetaforkan kata ji-sau menjadi pi-sau, sekalipun pi-sau hanya bermata satu.
Golok
Golok merupakan jenis senjata tajam masyarakat Melayu yang paling umum ditemukan, walaupun dengan penamaan yang berlainan berdasarkan daerahnya. Sebagian besar masyarakat di pulau Jawa sepakat menamakan senjata tajam jenis "bacok" ini dengan golok.
Golok Gobang
12. UPACARA ADAT
Macam-macam
upacara adat Betawi :
Budaya betawi mengenal
cara yang bertingkat-tingkat untuk sampai pada tahap berumah tangga.
Tahap-tahap itu pada saat ini memang jarang atau tidak lagi dilakukan, karena
berbagai halangan. Tahap-tahap tersebut adalah:
a. Ngedelegin,
mencari calon menantu perempuan yang di lakukan oleh Mak Comblang.
b. Ngelamar,
pernyataan meminta pihak lelaki kepada pigak perempuan.
c. Bawa Tende Putus,
pernyataan atau kesepakatan kapan pernikahan akan dilaksanakan.
d. Ngerudat, rombongan keluarga
pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan, seraya membawa
serah-serahan seperti roti budaya, pesalin, sie, dan lain-lain.
e. Akad Nikah,
ikrar yang di ucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapsn wali pengantin
perempuan.
f. Kebesaran,
upacara kedua mempelai duduk di puade untuk menerima ucapan
selamat dari keluarga dan undangan.
g. Negor,
upaya suami merayu istrinya untuk memulai hidup baru sebagai sebuah keluarga.
h. Pulang Tige Ari,
upacara resepsi pernikahan yang di lakukan di rumah keluarga pengantin
lelaki.
DIARAK KELILING KAMPUNG SETELAH KHITAN

0 comments:
Post a Comment